Orang Kristen terjerat utang pada rentenir lintah darat, siapa yang salah?
Melihat semakin sulitnya keadaan ekonomi dinegri ini terutama pada kelas rakyat jelata tak heran banyak orang yang mengambil jalan pintas mengatasi kesulitan ekonomi dengan berhutang kepada rentenir dan berusaha memenuhi kebutuhan barangnya dengan cara kredit. Hal ini bukan membawa keadaan semakin baik malah menambah beban hidup yang kadang berujung pada tragedi dimana karena tidak sanggup membayar utang kehilangan hartabenda miliknya satu-satunya karena disita, atau menjadi gila bahkan ada yang bunuh diri karena takut diteror debt colector (penagih hutang) yang kejam.
Banyak orang Kristen yang terjerat rentenir banyak pula jadi rentenir. Kecintaan akan mendapat keuntungan mudah dengan membungakan uang telah membutakan mereka akan firman Tuhan yang melarang perbuatan memakan riba (bunga uang).
Imamat 25:35-36
25:35 "Apabila saudaramu jatuh miskin, p sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong q
dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di
antaramu.
25:36 Janganlah engkau mengambil bunga 2 r uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, s
supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.
Orang yang berhutang pada umumnya orang yang berkekurangan berusaha bangkit dari kemiskinan dengan mengandalkan utang dari rentenir yang kadang berbunga sampai 20% perbulan,ada juga yang berbunga 3% perbulan tetapi kalau dikali 12 bulan bunganya mejadi 36% pertahun artinya kalau orang berhutang 10 juta maka utangnya menjadi 13.600.000. Inilah sebabnya orang yang membuka usaha mengandalkan utang banyak yang bangkrut,demikian juga orang yang mengkredit barang tidak sanggup menyelasaikan cicilan sehingga barangnya disita. Ribuan tahun yang lalu djaman Israel baru keluar dari Mesir Tuhan Allah telah melarang orang Israel membungakan uang tetapi sampai hari ini masih banyak orang Kristen yang menjadi rentenir.
Keluaran 22:25-26
22:25 Jika engkau meminjamkan uang 1
kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka
janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia:
janganlah kamu bebankan bunga uang c
kepadanya.
22:26 Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, d maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam,
Bahkan hanya jubah(pakaian) sebagai gadai dilarang Tuhan, artinya Dia sangat tidak menyukai kita umatNya menjadikan duit kita beranak (bertambah) saat orang lain meminjamnya.
Nehemia 5 ayat 7:
5:7
Setelah berpikir masak-masak, aku menggugat para pemuka dan para
penguasa. Kataku kepada mereka: "Masing-masing kamu telah makan riba c dari saudara-saudaramu!" Lalu kuadakan terhadap mereka suatu sidang jemaah yang besar.
Nabi Nehemia berani menggugat para penguasa Israel dan orang-orang terkemukanya karena mereka membungakan uang berbanding terbalik dengan para hamba Tuhan di zaman sekarang yang sangat jarang mengungkap hal membungakan uang didalam kotbah-kotbahnya bahkan ada yang tidak berani berkotbah tentang masalah membungakan uang karena punya jemaat rentenir yang kaya. Seharusnya masalah membungakan uang atau memakan darah sesama dikumandangkan lebih keras agar umat Kristen tahu dan mematuhinya karena efeknya tragis bagi yang membungakan dan bagi yang meminjam. Peminjam bertambah miskin yang membungakan uang kena murka Allah kena kutukan keluarganya hancur lebur rejekinya hilang bahkan sampai ke keturunannya.
Mazmur 15 ayat 5
15:5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba c dan tidak menerima suap d melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah e
selama-lamanya.
Setiap orang punya keinginan keluarganya diberkati Tuhan dan keturunannya tidak hilang dan mewarisi hal yang baik di dunia ini, dengan kata lain tidak goyah selama-lamanya. Orang yang membungakan uang, memakan riba, memakan darah sesama akan goyah, namanya akan dihapus, derita bagi keturunanya tidak berkesudahan. Goyah adalah awal dari keruntuhan.
Ibrani 13 ayat 5
Janganlah kamu menjadi hamba uang 3 q dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. r Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.
Orang Kristen jangan mau terlilit utang, jangan berhutang untuk memiliki barang terutama barang yang mahal, cukupkanlah diri kita dengan apa yang ada pada kita. Setan kredit selalu manis menawarkan barangnya pada awalnya tetapi saat orang tidak sanggup membayar maka kekejamannya dimunculkan. Ada uang beli, kalau belum ada tahankan, kumpulkan uang baru beli. Orang Kristen seharusnya tidak meminjam uang dari rentenir karena dapat menyebabkan mereka berdosa dan dimurkai Tuhan. Jangan cinta uang tidak punya uang lalu meminjam kepada lintah darat. Berdoa lalu bekerja, Tuhan Yesus akan mencukupkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar